Peneliti dari University of Minnesota AS menemukan bahwa human immunodeficiency virus (HIV) mengikat dan menghancurkan protein antivirus khusus dalam tubuh manusia yang disebut APOBEC3F. Hasil penelitian ini membuka kemungkinan hadirnya pendekatan baru untuk memerangi HIV/AIDS dengan memanfaatkan aktivitas antivirus di protein
Selasa, 28 Desember 2010
Rabu, 15 Desember 2010
Pencegahan Dini HIV/ Aids Bagi Siswa
SISWA bagian dari remaja yang harus diselamatkan. Secara umum siswa memiliki emosi yang bergelora, meledak-ledak dan mudah terkena godaan/rayuan oleh lingkungannya. Menyadari hal ini, pemahaman pengetahuan, keluasan pandangan tentang sesuatu harus mendalam sehingga benar-benar terhayati dalam hidupnya dan bila hal tersebut tidak baik siswa tidak dapat menghindarinya.
Pengenalan jenis penyakit, terkebih yang bersinggungan dengan akibat pergaulan bebas pantas diberikan kepada remaja yang terkhususkan kepada para pelajar atau siswa/siswi yang berada dibangku sekolah. Dan salah satu penyakit yang membahayakan yang perlu disosialisasikan adalah Aids/ HIV yaitu sindrom mengurangnya daya tahan tubuh.
Pemakaian jarum suntik, semprot dan peralatan suntik lainnya tindik atau tatto. Penggunaan jarum suntik yang sudah tercemar HIV dan dipakai bergantian tanpa disterilkan terlebih dahulu. Hal ini biasanya terjadi di kalangan pengguna narkotika suntikan. Meskipun demikian, pemakaian jarum suntik di dalam penyuntikan obat, imunisasi, tatto, tindik yang telah terkena virus HIV juga dapat menjadi
Senin, 13 Desember 2010
Zains Blog ; Blognya Cah Umy
Susah mencari ide untuk posting di blog ini, akhirnya saya iseng browsing mengenai hiv/ aids, dari yahoo, google dan dari artikel temen-temen blogger sebagai referensi lainnya, dan terakhir menemukan video dari youtube.
Setelah saya menonton, dan kurang lebih sepertinya video ini cukup memberikan informasi baru.
Meski saya tidak begitu memahami video ini, namun ada sedikit yang saya ketahui bahwasanya hiv/ aids kemungkinan bisa ditemukan obatnya. Karena saya melihat dalam video ini tentang uji coba dari hasil tes darah yang sudah terkena virus hiv/ aids. Dengan diberikan vaksin atau semacamnya pada darah yang menjadi sampe pengujian ini. Sehingga dengan vaksin itu bisa melindunig tubuh untuk melawan masuknya hiv ke dalam tubuh kita. (kurang lebih seperti itu maksdnya) ;-)
Silakan bagi teman-teman yang ingin melihat videonya, langsung saja cekidot ke TKP. Dan untuk teman-teman yang bisa lebih paham memahami video ini, silakan sharing atau berikan komentar tanggapannya dibawah postingan ini. Semoga bermanfaat.
Sejarah Hiv
Bulan Juli 1981, New York Times melaporkan suatu kejadian yang langka bentuk kanker di kalangan laki-laki gay di New York dan California, pertama disebut sebagai "gay kanker"; tetapi medis yang dikenal sebagai Kaposi Sarcoma. Tentang waktu yang sama, Kamar Darurat di New York City mulai melihat anguh tampaknya laki-laki muda sehat dengan presentasi fevers, seperti gejala flu, dan radang paru-paru yang disebut Pneumocystis. Tentang satu tahun kemudian, pada CDC (Pusat Pengendalian) link terhadap penyakit darah dan uang logam istilah AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Pada tahun pertama lebih dari 1.600 kasus yang didiagnosis dengan hampir 700 kematian.
Minggu, 12 Desember 2010
Unilever Raih Penghargaan Pencegahan AIDS
Metrotvnews.com, Jakarta: PT Unilever Indonesia Tbk, mendapat penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan P2-HIV dan AIDS dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Unilever meraih kategori Gold.
Penghargaan diserahkan di Jakarta, Kamis (9/12). Perusahaan barang kebutuhan rumah tangga diwakili Direktur SDM Unilever Joseph Bataona. Momen dihadiri Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Kemenakertrans I Gusti Made Arka dan Sekjen Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Nafsiah Mboi.
Menurut Joseph, karyawan aset paling penting yang dimiliki Unilever untuk menjunjung kesetaraan di tempat kerja maupun peluang kerja. Sebab itu, yang terinfeksi HIV tidak didiskriminasi. Demikian pula calon karyawan dengan HIV tak akan didiskriminasi.
Seks Bebas: Cikal-Bakal HIV/AIDS
Infeksi HIV/AIDS pertama kali ditemukan di kalangan gay San Fransisco, tahun 1978. Selanjutnya AIDS merebak di kota-kota besar Amerika seperti New York, Manhattan juga di kalangan homoseksual. Inilah yang menjadi bukti bahwa penyakit berbahaya ini berasal dari kalangan berperilaku seks bebas dan menyimpang. Selanjutnya, budaya seks bebas pula yang menjadi sarana penyebaran virus HIV/AIDS secara cepat dan meluas di Amerika hingga ke seluruh penjuru dunia. Peranan seks bebas dalam penularan HIV/AIDS ini dibenarkan oleh laporan survey CDC Desember 2002.
Sementara itu, adanya kelompok ‘baik-baik’ (anak-anak, korban transfusi darah tercemar HIV dan tidak melakukan penyimpangan perilaku) yang kemudian tertular HIV/AIDS, tidaklah menunjukkan bahwa penyakit ini bukanlah penyakit akibat penyimpangan perilaku, karena pada hakikatnya tertularnya mereka yang ’baik-baik’ ini pun berawal dari ’dibiarkan dan dipeliharanya’ perilaku menyimpang (seks bebas dan penyalahgunaan NAPZA) di tengah masyarakat. Karena itu, menurut dr. Faizatul Rosyidah dalam sebuah artikelnya, sungguh suatu kebodohan yang menyesatkan menyatakan bahwa “Masalah HIV hanyalah masalah medis semata yang tidak berkaitan dengan perilaku seks bebas” dengan menjadikan korban-korban tak bersalah tersebut sebagai dalih (Eramuslim, 1/12/2009).